Monday, August 24, 2015

Mendesak Pemda Malteng Mengevaluasi Perusahan Besar

Mendesak Pemda Malteng Mengevaluasi Perusahan Besar
Prolog; Krisis yang berkepanjangan di Indonesia mengakibatkan terjadinya  PHK besar-besaran, pengangguran makin terus meningkat ditambah lagi kebijakan-kebijakan pemerintah yang makin menyengsarakan rakyat. Karena kondisi-kondisi seperti inilah akhirnya memunculkan perlawanan-perlawanan baik dalam bentuk mogok ataupun demonstrasi. Pemogokan-pemogokan silih berganti terjadi dipabrik-pabrik ataupun demonstrasi-demonstrasi dikantor-kantor pemerintah, kondisi yang makin menyengsarakan rakyat yang merupakan buah dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak peduli pada rakyat tetapi hanya sibuk mempertahankan dan memperebutkan kekuasaan serta memperbanyak kekayaan dengan cara apa saja(KKN),sehingga memunculkan ketidak percayaan rakyat terhadap mereka. Buruh-buruh kemudian melakukan diskusi-diskusi dipabrik-pabrik atau pondokan-pondokan, mereka membicarakan persoalan-persoalan mereka dan selanjutnya melahirkan ide  membentuk organisasi-organisasi sendiri sebagai alat perjuangan dan wadah mempersatukan  buruh untuk memperjuangkan nasib mereka sendiri. Karena kondisi yang kian makin memburuk dan penindasan yang dirasakan akhirnya melahirkan  persatuan dan perlawanan yang makin besar.

Ribuan kaum buruh yang sampai hari ini masi tetap bekerja di perusahan-perusahan di Kabupaten Maluku Tengah masi saja mengeluh yang buakan lain persoalan kesejatraan. Sehearusnya ini secepatnya disikapi secepatnya oleh dinas terkait yaitu Dinas Ketenagakerjaa Kabupaten Maluku tengah dan Provinsi Maluku, hasil penulusuran kita bahwa banyak pekerja yang bekerja sampai pada batas waktu kerja, belum lagi pekerja lepas yang tidak menerima Upah hasil pekerja, dan semenah-menah Perusahan mnganngkat dan memecat pekerja tanpa alasan yang mendasar, serta jaminan Ketenagakerjaan yang tidak terdistribusi dengan baik. kejadian ini udah lama dibiarkan. Pemerintah selaku lembaga pelindung sehrausnya mangambil langka langka untuk menindak persoalan ini. Sebab ketika hak hak pekerja diabaikan dan dibiarkan oleh pemerintah maka ini bagian dari kejahatan besar secara struktural antara Pemodal dan penguasa. Maka kemungkinan kami selaku lembaga Pemerhati Hak Kaum Buru akan turun kejalan dan mendatangi kantor—kantor negara menyatakan protesnya atas sikap pemerintah untuk meminta tanggungjawab sekaligus mempertanyakan kemungkinan terjadi perselingkuhan antara Pemodal Dan Pemerintah.Apakah Pemerintah sudah buta dan tuli? atau memang sudah tidak peduli dengan kondisi rakyatnya, harga barang –barang yang sudah tinggi, biaya pendidikan dan kesehatan yang mahal; ditambah lagi dengan pencabautan subsidi total BBM. Rakyat ini sudah letih dan capek berada dalam lingkaran setan, Negara seharusnya punya peran penting untuk mengawal kepentingan Rakyat, ingat bahwa Buru adalah Devisa Negara yang sangat besar, untuk itu Pemerintah Daerah Kabupatren Maluku Tengah secepatnya mengevaluasi beberapa –erusahan besar di kabupaten Maluku Tenagah yakni Perusahan Udang yang beroperasi di daerah seram Utara tepatnya di Arara dan PT Nuasa Ina yang memproduksi Kelapa sawit tepatnya di daerah Seram Utara menurut kami kedua perusahan ini harus dievaluasi secepatnya karena terlalu banyak keluhan dari pihak pekerja.

Kita bernegara ini dengan tujuan, kita harus sejahtera, kita harus keluar dari penderitaan kita harus keluar dari penjajahan kaum pemodal dan itu kewengan negara untuk menjawab semua amanh negara.

Penindasan yang sudah sekiann lama dirasakan oleh buruh-buruh dan sebuah keyakinan akan tercapainya kemenangan, membuat mereka tidak lagi gentar menghadapi apa saja yang menghadang. Ribuan buruh bergandengan tangan bersama sektor rakyat lainnya menyerbu dan mengepung gedung-gedung pemerintahan, pabrik-pabrik dikawasan industri macet total dan berhenti berproduksi, dengan teriakan lantang seorang buruh menyatakan sebuah makumat “Kami buruh, sudah datang kehadapan tuan.  Kami adalah orang-orang yang celaka, budak yang hina. Kami ditindas oleh kekejian dan tirani. Pada akhirnya ketika kesabaran kami telah habis, kami mogok dan memohon kepada majikan kami agar memenuhi tuntutan kami, segalanya dianggap melanggar hukum. Kami disini ribuan jumlahnya, seperti rakyat tertinas lainnya tidak memiliki hak azazi sama sekali, karena tindakan para pejebat-pejabat tuan, kami kini jadi budak-budak tuan, janganlah menolak membantu rakyat tuan sendiri ! Hancurkan tembok-tembok yang memisahkan tuan dengan rakyat tuan. Berjanjilah dan bersumpahlah  bahwa permintaan kami akan tuan kabulkan dan tuan akan berusaha membuat rakyat Indonesia sejahtera. Apabila tidak.  Kami siap untuk mati saat ini juga. Kami hanya memiliki dua pilihan kebahagiaan dan kebebasan atau kuburan.

Pada dasarnya, maklumat ini adalah sebuah amnesty (perlindungan/pengampunan), permintaan akan : kebebasan sipil, pengembalian subsidi untuk kebutuhan pokok rakyat, upah yang wajar,  dan dikembalikannya kedaulatan rakyat. Karena kesombongan dan  kekejaman rejim yang sangat represif, sehingga mereka mengabaikan tuntutan buruh-buruh tersebut dan malah mengerahkan semua kekuatan militernya. Pada peristiwa ini ribuan kaum buruh mati dan luka-luka ditembaki. Inilah yang membuat perlawanan rakyat makin besar.

Kuatnya  tuntutan dan perlawanan rakyat Indonesia  saat itu, memaksa sang penguasa  untuk memenuhi sebagian tuntutan rakyat seperti penaikan upah tapi tidak sesuai dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, tetapi menolak melakukan perubahan terhadap system pemerintahan, baik itu dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya  yang justru selama ini telah melahirkan sebuah penindasan dan penderitaan yang dialami rakyat.  Tapi kaum buruh  dan sektor rakyat lainnya menolak tawaran tersebut bahkan menyerukan untuk mengganti pemerintahan yang ada.

Karena makin kuat dan membesarnya perlawanan rakyat yang tidak kenal menyerah walaupun telah banyak kawan-kawan mereka yang jadi korban, perlawanan yang  dilakukan rakyat secara terorganisir dalam organisasi buruh, petani, mahasiswa dan organisasi rakyat lainnya,  bahkan pada saat itu mereka tidak mempercayai lagi pemerintah yang ada  mampu mengubah nasib mereka dan mereka lebih memilih untuk memperjuangkan nasib mereka sendiri secara bersama-sama melalui organisasi-organisasi bentukan  mereka.

Dan akhirnya penguasa harus mengakuinya  dan cita-cita akan sebuah kehidupan yang sejahtera, berkeadilan dan merata  yang diperjuangkan rakyat akhirnya dapat  dicapai, kemenangan  kaum buruh bersama rakyat lainnya  harus dipertahankan dan kedaulatan harus dikembalikan ketangan rakyat.

Dari Puncak Binaya20Agustus 2015

Bersama, bersatu, berjuang dalam lingkaran gerigi dan dibawah gemerlapnya cahaya bintang lima untuk sebuah kemenangan ; terbebasnya kaum buruh dari segala bentuk penindasan.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon