Thursday, December 17, 2015

Ritual Adat Dan Bukti Sejarah Suku Noahatan (Noaulu) Negeri Sepa Terancam Hilang

Ritual Adat Dan Bukti Sejarah Suku Noahatan (Noaulu) Negeri Sepa Terancam Hilang

MALUKU Menulis - Bukan hanya kekayaan alam papua yg dibabat habis oleh keserakahan manusia. Kini ada lagi yg mengalami kondisi serupa.

Ya... di Maluku, tepatnya di Kabupaten Maluku Tengah, petuanan Negeri Sepa, suku Nouhatan (Noaulu) hutan adat suku Noaulu terancam karena penebangan hutan (loging) oleh PT. BINTANG 5. Penebangan hutan yg ada didaerah tersebut telah mendapatkan perijinan dri kementerian, pemerintah provinsi, sampai Kabupaten. Menurut informasi yg kami dapatkan dari warga setempat hutan mereka di kontrak selama 45 tahun dengan luas lahan sebesar 24.550 Heko are (Ha). Dan dihargai perkubiknya Rp 12.500,-. Jika perijinan telah disetujui oleh pemerintah berarti gak masalahkan...?namun bukan itu letak permasalahan yang terjadi, karena sampai saat ini blm Ada rekomendasi dari Desa. Warga dusun Noaulu dan warga Negeri Sepa meresa keputusan tersebut sangat sepihak.

Hal ini ditandai dengan adanya protes mereka yg dilayangkan oleh warga desa dan organsasi dr desa setempat yakni HIPMAS (Himpunan Pemuda Mahasiswa Sepa). Mereka telah menempuh jalur hukum terkait permasalahan tersebut. Namun apa mau dikata mereka melawan tirani.

Sembari menunggu sidang paripurna terkait pemasalahan sengketa tanah adat yg masih ditunda, PT. BINTANG 5 sudah beroperasi dan membabat hutan adat mereka.

Bagai berharap bintang jatuh, mereka tak mampu berbuat apa2 karena pihak perusahan dilengkapi dengan pengamanan yg serba lengkap, sangat sulit bagi mereka untuk melawan karena pemerintah memegang kendali. Hutan yg dijadikan ritual adat dan tersimpan sejarah kebudayaan lokal desa tersebut perlahan tapi pasti mulai dihancurkan. Sungguh miris...

Jika kita telaah lebih teliti, 45 tahun hutan suku Nouhatan (Noaulu) dikontrak dengan luas lahan 24.550 Hektar, maka hutan mereka akan dibabat habis. Walau perusahaan tersebut mengklaim bahwa penebangan yg dilakukan adalah tebang tanam, tetap akan ada efek yg signifikan bagi warga setempat. Hal ini dikarenakan produktifitas pohon tersebut tidak akan sama dengan pohon sebelumnya karena proses pertumbuhan pohon tersebut butuh waktu yg lama.
Jika hutan mereka terus dieksploitasi maka efek yg ditimbulkan sangat signifikan bagi ekosisten disekitarnya. Berikut efek yg ditimbulkan dr penebangan hutan tersebut yakni:

  • Nutrisi dalam tanah akan menguap dan hilang ketika hujan, jika ada pohon maka pohon akan menahannya. 
  • Siklus air akan terganggu, akan terjadi kekiringan jika musim kemarau dan banjir ketika hujan lebat. 
  • Keanekaragaman hayati yg tersimpan dihutan tersebut akan punah dengan sekejap. 

Hal ini bukan hanya dirasakan oleh warga desa tetapi warga kota Masohipun akan merasakan dampak tersebut karena hutan desa yg dieksploitasi berdekatan dengan kota Masohi.

Tepok jidat.....

Apakah pemerintah tidak melihat dampak yg akan terjadi nantinya?
Kenapa begitu mudah perijinan ini disetujui oleh kementrian dan pemerintah setempat?
Berapa persen uang yg telah kalian dapatkan sampai2 sangat mudah kalian mengorbankan nasib rakyat?Saya sangat yakin garopa (panggilan sayang bagi si tikus birokrasi) yg ada dipemerintahan Maluku tengah mendapatkan banyak keuntungan dari kontrak PT. Bintang 5 ini?

Nb:

Indonesia terkenal dengan keragaman budayanya. Adalah ironi jika kultur yg sudah lama terjaga hilang begtu saja karena keserakahan dr tangan2 kekuasaan.
Save hutan indonesia
Save hutan Maluku
Save budaya lokal
Salam cinta dr Timur Indonesia

Tolong disebarkan...

Artikel Terkait

1 komentar so far

Seluruh Hutan di Maluku - termasuk hutan Seram, memiliki kuasa pada hak adat atau petuanan. Kepemilikan berdasarkan Hak Adat tidak serta-merta beralih fungsi tanpa izin dari pemilik hak petuanan/ulayat. Tindakan Pemda Malteng yang memberikan ijin konsesi hutan tersebut untuk dieksploitasi atau ditebang adalah tindakan melawan hukum. Lawan dan hentikan, SEGERA. Bisa melalui jalur hukum dan tindakan blokade oleh masyarakat adat setempat. Hutan Seram tidak lagi waktunya saat ini mrndapatkanperlakuan kejahatan secara formal atas nama Pemerintahan Negara(Daerah). Hutan Alam adalah kekayaan dengan beragam fungsi bagi kehidupan, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hidup lainnya. Hutan hilang, kehidupan lenyap.


EmoticonEmoticon