Friday, April 22, 2016

Berita Pagi Masih Banyak Yang Tak Sejujur Kopi

Berita Pagi Masih Banyak Yang Tak Sejujur Kopi

MALUKU Menulis, (23/04) - Pagi ini saya berusaha untuk menyempatkan waktu membaca beberapa pemberitaan yg membahas tentang beberapa wacana. Produksi wacana tentang sosok ini sangat banter dilayangkan hampir semua media dan masyarakat yg saya baca dan dengar. Setelah membaca, saya mulai mengambil beberapa pendekatan guna mendapatkan kesimpulan tentang bagaimana mempertimbangkan produksi wacan atas keterpihakan kekuasaan.
Baik...sekarang coba kita analisa.
Elemen kekuasaan (power) sangat mempertimbangkan produksi wacana guna menjaga elektabilitas kekuasaannya. Setiap wacana yg muncul baik dalam bentuk teks, percakapan, atau apapun, tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yg alamiah, wajar dan netral tetapi merupakan bentuk pertarungan kekuasaan.

Kekuasaan adalah salah satu kunci hubungan antara wacana dengan masyarakat. Seperti isu pribumi dan non pribumi, punya finansial dan tidak punya finansial dengan contoh: bahwa kekuasaan hanyalah dipegang oleh org2 yg memiliki finansil berlebih. Hal ini yg mencekoki pemamahan masyarakat. Akibatnya keterpihakan karena indikator teladan atau tidak, baik atau tidak, amanah atau tidak, adil atau tidak dan hal2 baik bukan lagi menjadi alasan bagi mereka untuk memilih. Karena pemegang wacana telah merubah ketidak benaran menjadi benar dan ketiak jujuran menjadi jujur.

Kekuasaan dalam hubungannya dengan wacana, penting untuk melihat apa yg disebut sebagai kontrol. Satu orang atau kelompok mengontrol orang atau kelompok lain lewat wacana. Kontrol disini tidak harus selalu dalam bentuk fisik dan langsung tetapi juga kontrol secara mental atau psikis. Satu orang atau kelompok yg dominan akan membuat kelompok lain bertindak seperti apa yg diinginkan olehnya yakni berbicara dan bertindak harus sesuai Dengan yg diinginkannya.

Kenapa hanya bisa dilakukan oleh kelompok dominan? Karena menurut van dijk, mereka lebih menguasai akses dibandingkan dengan kelompok yg tidak dominan. Kelompok dominan lebih mempunyai akses seperti pengetahuan, uang, dan pendidikan dibanding dengan kolompok yg tidak dominan.

Bentuk kontrol terhadap wacana ini bermacam-macam. Bisa berupa konrtol atas konteks, yg secara mudah dapat kita lihat dari siapakah yg boleh dan harus berbicara, dan siapa yg hanya bisa mendengar, dan siapa yg hanya bisa mengiyakan.

Dalam lapangan berita, hal ini banyak ditemukan, pemilik atau politisi yg posisinya kuat menentukan sumber mana atau bagian mana yg harus diwacanakan dan sumber mana atau bagian mana yg tidak perlu atau bahkan dilarang untuk diberitakan.

Olehnya itu sebagai bagian yg sadar kita harus senantiasa memberikan kontrol terhadap wacana, agar ada perimbangan produksi terhadap wacana yg diterima dimasyarakat.

Terimakasih. (MHS)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon