Saturday, April 16, 2016

Gubernur DKI Ahok : The Son Of Man

Gubernur DKI Ahok : The Son Of Man

MALUKU Menulis - Tak ada manusia yang sempurna alias nobody perfect! Sore tadi saya mendengar “news” radio Sonora FM. Tentang silang pendapat Menteri Perikanan dan Kelautan dan Gubernur Jakarta. Bu Susi mengeluarkan Instruksi Menteri agar pembuatan pulau di Jakarta untuk sementara dihentikan, sambil membenahi segala persyaratan.  “Ruang terbuka hijau makin sulit. Para nelayan juga makin susah mengakses daerah pesisir pantai karena sudah ditumbuhi bangunan-bangunan”, kata sang Menteri. Pendapat ini bisa dimaklumi. Pada radio yang sama terdengar suara Gubernur Ahok “Jokowi tidak keberatan dengan pulau buatan, asalkan memperhatikan lingkungan. Lagian ini merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta. Pendapat ini dapat pula dimaklumi. 

Tapi apakah kedua pendapat ini bisa “didamaikan”.

Sang menteri seakan mewakili ideologi sosialis yang pro rakyat kecil juga isu ekologis.
Sang Gubernur juga membawa isu ekologis ditambah isu ekonomi – khususnya pendapatan dari sektor pembangunan (industri).

Cobalah hal ini ditakar dengan akal sehat dan nurani. Terlepas dari semua itu – termasuk gonjang ganjing politik yang kian riuh, saya kira kita tetap menempatkan semua pihak dalam wacana pertarungan kekuasaan. Masing-masing berkontestasi untuk dan atas nama kepentingan tertentu – entah kepentingan modal atau kepentingan rakyat.

Diharapkan agar perdebatan apapun tidak sampai menyerang pribadi baik melalui stigma maupun tindakan kekerasan fisik.

Ahok juga manusia. Ia punya kelebihan juga kekurangan. Memuji berlebihan dan menzaliminya bukan tindakan bijak. Yang paling penting adalah maukah semua pihak berbagi beban dan rasa untuk sama-sama menghadirkan kesejahteraan bersama?

Jika tidak, yang terjadi adalah pembenaran tesis Darwin tentang evolusi sosial. Dimana siapa yang kuat dialah yang menang. Yang lemah, makin terpuruk dan binasa.

Atas nama kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, marilah kita membina persatuan, mengutamakan musyawarah dan mengakui campur tangan Tuhan Yang Maha Esa.

Mudah-mudahan semuanya akan lebih baik. (RR).

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon