Sunday, April 10, 2016

Industri Rumah Tangga Kopi Tumbuk Maluku Terancam Punah

Industri Rumah Tangga Kopi Tumbuk Maluku Terancam Punah

MALUKU Menulis - Perkembangan teknologi dibidang pengolahan pangan, memiliki efek besar dalam bidang produksi dan pemasaran hasil pertanian terkhusus dibidang pengolahan Kopi. Saat ini, pasar kopi olahan sudah menjadi industri yang sangat terfragmentasi. Dengan lebih dari 500 perusahaan pengolahan kopi di Indonesia, maka tingkat persaingan di industri ini sudah pasti sangat tinggi. Secara garis besar, pemain di industri ini dapat dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu mereka yang menggarap pasar nasional dan mereka yang bermain di pasar-pasar lokal.

Pangsa pasar kopi bubuk instant di Maluku hingga kini masih dikuasai oleh perusahan besar yg bergerak dibidang produksi kopi. Hal ini sangat berdampak negatif bagi industri rumah tangga (kopi tumbuk) di Maluku, persaingan bisnis kopi di Maluku cukup berat karena banyaknya kopi instan dengan kemasan yg cantik dan menawan dengan tingkat kenikmatan yg berbeda dibanding kopi tumbuk.

Banyaknya kompetitor merupakan tantangan yang harus dihadapi dalam persaingan dunia usaha ini. Dalam memasarkan suatu produk sangat diperlukan kepaduan 4P yakni Product, Price, Place, Promotion.Strategi marketing dalam memenuhi kepuasan pelanggan dan mempertahankan awareness produk di mata pelanggan. Hal ini yg tidak dimiliki oleh industri rumah tangga yg ada di Maluku, sehingga industri rumah tangga yg bergerak dalam bidang olahan kopi di Malukupun seperti memakan buah simalakama, mundur tidak ada penghasilan sedangkan maju dengan keuntungan yg stagnan (seadanya).

Untuk lebih jelas mari kita bahas 4P tersebut:

1. Product.


Product atau biasa disebut dengan hasil produksi dalam industri merupakan hal yg sangat penting. Produk yg dihasilkan harus memiliki keunggulan dibanding produk2 lain. Agar dapat diterima oleh konsumen produk harus memenuhi beberapa syarat yakni, mutu, citara rasa, dan kemasan. Jika kita melihat mutu dari kopi tumbuk, menurut beberapa penelitian, ternyata kopi tumbuk memiliki mutu baik, karena tidak ada zat yg ditambahkan pada saat pengolahan kopi membuat kopi tumbuk lebih lama jika disimpan disuhu ruang dibanding kopi saset. Selain itu Kopi tumbuk lokal memiliki cita rasa dan aroma yg khas di banding kopi yg lain. Hanya saja dr sisi kemasan kopi tumbuk memeliki kemasan yg kurang memenuhi syarat. Hal ini yg membuat pangsa pasar kopi tumbuk tidak dapat bersaing dengan kopi saset produksi perusahaan.

2. Price (harga)

Jika kita melihat harga per saset kopi tumbuk relatif lebih terjangkau dibanding kopi lain. Hanya saja karena kurangnya konsep pemasaran produk membuat kopi tumbuk lokal hanya dapat ditemui di desa. Hal ini yg membuat produk kopi tumbuk tidak dapat dijangkau oleh masyarakat.

3. Place (distribusi)

Kurangnya jangkauan distribusi yang digunakan untuk memasarkan Kopi tumbuk, membuat kopi lokal asli Maluku ini tidak dapat sampai ke warung dan supermarket untuk mempermudah konsumen mendapatkannya dan pada akhirnya ketersediaan produkpun sulit di temui didaerah kota.

4. Promosi (Promotion)

Spesialisasi produk yang ditawarkan merupakan kunci dan strategi pemasaran untuk membidik pasar sehingga tetap melekat dengan lidah konsumen. Kopi tumbuk yang menggunakan 100% biji kopi pilihan dan tanpa campuran hanya mampu mempertahankan konsumen disekitar tempat pengolahannya. Hal ini dikarenakan kurangnya promosi sehingga produsen kopi tumbuk tidak mampu bersaing dengan produk lainnya.

Pemerintah harus senantiasa memberikan perhatian lebih pada indstri rumah tangga yg bergerak pada pengolahan kopi tumbuk ini. Agar mereka bisa berkembang sama seperti kopi lokal yg ada di daerah lain seperti kopi Toraja kopi lokal lainnya. Selain itu harus ada seminar proses pengolahan dan strategi pemasaran guna menambah pengetahuan mereka.

Program pemerintah yang menumbuhkan ekonomi mikro sangat penting hanya saja efek dari program mersebut belum sampai menyentuh para pelaku industri rumah tangga tersebut. Sehingga merekapun masih kurang dalam penyediaan bahan baku, proses, sampai pada pemasaran. Hal ini yang membuat mereka masih berusaha dwngan modal seadanya.

Besar harapan mereka agar dapat diperhatikan oleh pemerintah guna memajukan home industry demi membangun bangsa dan negara. (MHS)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon