Monday, April 18, 2016

Kepura-puraan Kolektif (Tela'ah Kritis Pola Gerakan Sosial Maluku)

Kepura-puraan Kolektif (Tela'ah Kritis Pola Gerakan Sosial Maluku)

MALUKU Menulis - Pola gerakan sosial yang ada di Maluku mudah sekali untuk dibaca. Gerakan ini menggunakan pola defensif namun sesekali menyerang. Tergantung gejolak kampung tengah.

Gerakan sosial yang seharusnya lahir akibat luapan kecintaan seseorang terhadap realitas sosial dijaman ini, nampaknya mulai berbalik makna akibat kurangnya pemahaman terhadap konsep-konsep keadilan dan kebenaran. Asal bapak senang.... menjadi indikator dalam kemasan pola gerakan. Gerakan sosial yang seharusnya merupakan manifestasi dari aksi kolektif akibat keresahan mulai dicampur adukkan akibat tipisnya kantong yang harus terisi.

Fenomena ini menjadi racun bagi aktivis komersil yang berbusa didepan microphone atas nama rakyat dan berbalik mempecundangi martabatnya, asal perut kenyang dan kantong terisi oleh beberapa lembaran kertas merah dan biru berlambang pahlawan.

Parlente....tapi begitulah fenomena masakini.

Cara pandang yang unik dan menarik, hanya dengan sesekali berkicau pasti akan dilirik. Walau dengan minimnya materi asalkan mobilisasi massa terpenuhi dan microphone di tangan kiri maka pundi-pundi materi akan masuk tanpa susah mencari.

Struktur gerakan seperti ini yang sekarang menjadi racun didalam nadi. Social movement bukan lagi sebagai angin segar perubahan namun hanyalah kepura-puraan kolektiv yang didesain untuk menguntungkan sipenyumbang kertas biru dan merah buat para aktivis pengumpul pundi materi.

Mereka tak sejujur kopi yg ketika diseduh hitamnya tidak menjadi putih untuk merayu orang mencicipinya. (18/04) - (MHS)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon