Tuesday, May 31, 2016

Antisipasi Pemuda Pragmatis di Pilwakot Ambon 2017

Antisipasi Pemuda Pragmatis Menuju Pilwakot Ambon 2017

Ambon - Menuju Pemilihan Walikota (Pilwakot) Ambon Tahun 2017 mendatang, kota Ambon membutuhkan peran dan kontribusi politik pemuda dalam mengawal proses demokrasi serta peran sentral pemuda dalam mendobrak kebuntuan politik. Salah satu tokoh pemuda Kota Ambon Abu Bakar Solissa menyampaikan, Pilwakot membutuhkan sentuhan idealisme dan daya kritis pemuda dalam mengawal proses Pilwakot yang demokratis serta pemuda harus hadir sebagai salah satu representasi pemilih yang memiliki peran besar dalam penentuan pemimpin Kota Ambon Lima Tahun kedepan. "Pemuda harus tampil sebagai agen penjaga moral dan etika politik. Pemuda hadir sebagai teladan dalam proses Pilwakot yang idealis dan demokratis sehingga masyarakat harus jelih serta waspada terhadap pemuda yang pragmatis dan menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi para calon Walikota sebab akan merusak nilai demokrasi akibat praktik politik yang kotor" tegasnya.

Ia mengatakan, Pemuda seharusnya bertanggung jawab sebagai agen pembawa perubahan daerah yang mampu mewujudnyatakan melalui proses demokrasi yang bersih sehingga melahirkan pemimpin yang sesuai keinginan rakyat. "Terukir dalam sejarah banyak pemuda yang terjebak dengan kepentingan - kepentingan pragmatis dan turut serta dalam menerapkan pemahaman politik yang tidak baik kepada masyarakat sehingga proses demokrasi lokal daerah sering melahirkan pemimpin yang salah kaprah. Hal ini harus diantisipasi sehingga Pilwakot Ambon mampu menciptakan sejarah baru tentang peran pemuda yang sesungguhnya dalam mengawal proses demokrasi" harapnya.

Baca Juga :
Pilkada Maluku Tengah 2017 dan Resolusi Pemilih Cerdas
Kepura-puraan Kolektif (Tela'ah Kritis Pola Gerakan Sosial Maluku)

Mantan ketua bidang ekonomi politik (Ekpol) HMI cabang Ambon ini menambahkan, Pilwakot bukan hanya dipahami dan dimaknai sebatas pergantian kekuasaan semata tetapi Pilwakot harus dilihat dari perspektif yang substansif dengan menggeserkan pemahaman pada kapasitas leadership para calon Walikota dengan menjadikan visi misi mereka sebagai rujukan pilihan politik. "Untuk itu peran pemuda sangat dibutuhkan dalam memberikan pemahaman serta pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Masyarakat harus memilih pemimpin yang baik dan bervisi serta tidak terjebak dengan figur yang berlatar belakang doyan umbar janji tapi tak mampu memberi bukti nyata" ujarnya (NS)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon