Thursday, May 26, 2016

Postingan Posko Kandidat Oleh Latif Selano Menuai Kecaman Kader HmI

Postingan Latif Selano di Media Sosial di Anggap Melecehkan HmI

Malukumenulis.com - Setelah Saut Situmorang yang telah melecehkan HmI, kali ini Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) kembali tercoreng akibat ulah dari salah satu mantan kader HmI Ambon bernama Latif Selano yang memposting foto diakun facebooknya.

Foto ini banyak mendapat kecaman oleh kader HmI yang ada di Maluku, karena menurut mereka HmI telah dijadikan sebagai kendaraan untuk melegitimasi keberpihakan organisasi yang didirikan oleh Lafran Pane ini kepada salah satu kandidat.

Menurut Kabid PTKP cabang Ambon Abdul Mikat Ipaenin, temuan posko hijau hitam di desa Tamilow ini merupakan tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab. HmI punya aturan main, selaku kabid PTKP, Mikat menyayangkan perbuatan ini. Ia mengungkapkan Setiap organisasi memiliki simbol, dan hijau hitam melekat pada substansi HmI. Penggunaan simbol hijau hitam yang disematkan dan dipadukan dengan salah satu kandidat calon Bupati Maluku Tengah merupakan tindakan yang sulit diterima. Karena simbol yang mereka pakai adalah simbol hijau hitam secara tidak langsung, simbol ini akan menjadi hegemoni bagi kader HmI dan akan menjudge bahwa HmI berpihak ke mereka.

"Persoalan ini akhirnya diperkeruh oleh salah satu kader HmI bernama  Latif Selan yang mengapload foto posko tersebut dengan menambahkan foto perahu berbendera HmI. adanya postingan di media (Facebook) oleh saudara  Latif Selan, sangat tidak etis dan mencederai Himpunan. Yang bersangkutan memosting Posko disertakan foto perahu berbendera HmI, itu jelas tidak bisa di pungkiri kalau HmI mau diseret, demi kepentingan politik yang bersangkutan. Mengingat yang bersangkutan asalnya dari HmI Cabang Ambon, maka selaku Pengurus HmI cabang Ambon, saya mengecam tindakan yg bersangkutan dan akan ditindak lanjuti. Ujar Mikat.

Pernyataan ini ditambahkan oleh Ketua LSM Pukat Seram Fahri Asyathry, sebagai kader HmI ia sangat geram melihat hal ini. Menurutnya, HmI harus bersih dan steril dari politik praktis sebab HmI bukan organisasi politik. Jika secara langsung maupun tidak langsung HmI digiring keranah politik praktis dengan alasan dukung alumni HmI, maka lambat laun HmI akan rusak.

"Jika benar Abua Tuasikal gunakan HmI sebagai kendaraan dan bamper untuk memuluskan kepentingannya ditingkat elit, dengan menggunakan background HmI yg notabene kita tau di sejumlah partai di pusat dan jajaran pemerintahanpun banyak alumni HmI, maka ini merupakan upaya untuk menghancurkan citra HmI" tutur Fahri.

Fahri menegaskan, HmI harus mengambil sikap tegas dan segera tampil memberikan statemen tegas termasuk KAHMI pusat harus bersuara atas fenomena ini dan mengambil sikap. jika tidak maka akan menjadi persepsi buruk bagi citra HmI. Kasus ini sebenarnya lebih buruk bobotnya dari pada kritikan Saut Situmorang beberapa waktu lalu. Ibarat menampar wajah sendiri. Selain itu, dari sisi politik, fenomena ini menunjukkan ada kepanikan luar biasa oleh Abua serta ada semacam ketidakpercayaan diri menghadapi pilkada 2017 yang cukup panas. (MHS)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon