Monday, May 30, 2016

LSM Pukat Seram Kritisi Proyek Talud di Desa Siri Sori


Malukumenulis.com, Maluku Tengah - Proyek dari balai sungai provinsi Maluku yang dikerjakan PT. Malindo Persada Bakti, terkait pengerjaan talud yang berlokasi di desa Siri Sori, kini malah menyisakan masalah serius.

Proyek talud yang panjangnya melebihi 100 meter itu, mendapat kecaman keras dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Kajian Strategis dan Pengembangan Sumber Daya Maluku (Pukat Seram) Fahri Asyathri. Menurutnya,  talud ini meninggalkan beberapa masalah antara lain. Pertama, sampai selesai proyek tidak pernah dipasangi papan proyek. Kedua, sampai dengan selesai pekerjaan kontraktor telah mengeruk pasir ratusan ret dari area petuanan salah satu warga bermarga Sopaheluwakan, namun tidak pernah membayar sepeserpun kepada pemilik lahan tempat mereka mengambil pasir. Selesai pekerjaan, kontraktor tak ambil pusing dan berlalu saja seolah tak ada masalah.

"Saat dihubungi pihak korban, Mey (diduga kontraktor) terkesan mengelak. Saat dimintai ketegasan dan tanggungjawab malah tidak direspon. Telpon dan sms pun tidak dibalas. Yang jelas, tuan tanah pemilik lahan telah mengalami kerugian material akibat perbuatan sang kontraktor. Padahal dalam kontrak kerja, ada biaya untuk retasi pasir, batu dll. Tapi ketika kontraktor ambil pasir dan tidak bayar, berarti ada mark up disitu dan jelas merugikan rakyat" ujar Fahri.

Fahri menambahkan, ini modus lama memperkaya diri. Selaku Ketua LSM, saya mendesak kontraktor segera tunaikan hak mereka kepada pemilik lahan. Sebab jika tidak maka perkara ini akan kita proses hukum biar semua pihak yang terlibat diseret ke meja hijau. Saya minta kontraktor jangan makan untung diatas keringat orang lain. Selain itu, akibat dari proyek itu terjadi kerusakan pada pagar sekolah di dekat area proyek, dan sampai saat ini tidak diperbaiki.

"Ini tindakan yang merugikan masyarakat dan perlu menjadi perhatian serius dari balai sungai agar perusahan seperti ini harus di black list. Kerja proyek, sedot untung besar tapi tak mau tanggungjawab. Jika tak ada itikad baik, kontraktor silahkan berurusan dengan hukum" tegas Fahri. (MHS)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon