Wednesday, June 1, 2016

Hari Pancasila, Rakyat Rindu Pemimpin Humanis

Oat : Peringati HL Pancasila, Rakyat Rindu Kepemimpinan Yang Humanis

Oat - Peringati 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila bukan hanya diperingati sebatas seremonial namun harus dimaknai dalam evaluasi dan renungan guna mempertegas Pancasila sebagai falsafah dan pedoman hidup bangsa serta memantapkan nilai - nilai luhur pancasila dalam praktek kehidupan yang nyata. Akademisi muda yayasan Muhammad Thaha Nursamsi Oat mengatakan,   jadikan momentum hari lahir pancasila untuk menghidupkan kembali konsep kepemimpinan pancasila  karena kepempinan diera pembangunan nasional harus bersumber pada falsafah negara yakni pancasila. Kepemimpinan pancasila adalah kepemimpinan  yang berasas, berjiwa dan beramal pancasila. "Pengamalan pancasila oleh pemimpin kita hari ini hanya diamalkan sebatas hiasan dinding sehingga yang terjadi adalah mentahnya nilai pancasila dalam sanubari mereka, kondisi inilah yang meresahkan rakyat karena yang diinginkan rakyat adalah kepemimpinan humanis yang mengamalkan nilai nilai pancasila dalam kepemimpinannya baik itu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan" Katanya.

Ia menjelaskan, kepemimpinan yang humanis selalu menonjolkan dua unsur yaitu rasionalitas dan semangat kekeluargaan. Sosok pemimpin humanis selalu memberi respon dan menghargai setiap keluhan dan keinginan rakyatnya tanpa harus ditunggangi oleh gaya otoriter pemimpin. "Potret kondisi bangsa yang tercermin dari praktek korupsi yang membudaya, pelanggaran Hukum dan Ham yang terjadi dimana mana, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak usia dini serta kebijakan ekonomi yang mengacuhkan kondisi realitas rakyat. Hal ini terjadi karena krisis kepemimpinan yang tidak berbasis pancasila" Tegasnya.

Mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pattimura ini mengakui, kondisi pemimpin kita hari ini kehilangan kepekaan terhadap penderitaan yang dirasakan rakyat. Hal ini mencerminkan praktek kepemimpinan pemimpin kita sangat jauh dari pengamalan pancasila terutama sila ke dua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ini mempertegas tindakan kepemimpinan harus berdasarkan perikemanusiaan, perikeadaban dan perikeadilan. "Perikemanusiaan dipahami sebagai suatu tindakan yang didasari nilai kemanusiaan untuk menjunjung tinggi HAM,perikeadaban dipahami sebagai nilai kemanusiaan yang beradab yang memiliki etika sosial yang kuat dan menjunjung tinggi kebersamaan serta perikeadilan harus dipahami sebagai perilaku pemimpin yang adil dan amanah" ujarnya.

Oat menambahkan, rakyat merindukan pemimpin yang humanis yakni pemimpin yang mencintai dan menjunjung tinggi kesejahteraan rakyat, pemimpin yang adil dan amanah bukan pemimpin yang berambisi mengejar jabatan demi kepentingan pribadi dan menanamkan benih permusuhan dengan lawan politik. "Rakyat merindukan pemimpin yang menerapkan serta menkombinasikan nilai - nilai pancasila dalam praktek kepemimpinannya" harapnya. (NS)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon